Friday, July 31, 2026

Kemampuan Berpikir Kritis di Era AI: Mengapa Otak Manusia Tak Boleh Kalah Canggih dari Mesin

 "Berpikir kritis bukan sekadar menghafal fakta, melainkan seni menganalisis, dan merajut menumbuhkan ide baru."

Arus kemajuan yang bergerak kilat menjadikan berpikir kritis bukan lagi sekadar modal untuk meraih nilai bagus di sekolah, melainkan keterampilan penting untuk bertahan dan berkembang di kehidupan nyata. Banjir informasi serta guncangan teknologi yang datang tanpa henti memaksa sistem pendidikan bertransformasi. Kelas tidak lagi cukup bila hanya diisi dengan metode hafalan atau siswa yang pasif duduk mendengarkan. Guru kini dituntut menjadi penggerak yang memicu nalar kritis, membuka ruang dialog, dan mencetak generasi yang tangguh menghadapi dinamika zaman. Pada intinya, berpikir kritis adalah kemampuan untuk memahami persoalan secara mandiri, logis, dan peka terhadap konteks sosial. Kemampuan ini melatih otak untuk membayangkan berbagai kemungkinan di masa depan, memperkirakan risiko, serta mengambil keputusan yang kreatif dan tidak terikat pada pola lama. Bila dipadukan dengan literasi informasi yang mumpuni, berpikir kritis menjadi tameng utama dalam menapis ribuan data yang kita terima setiap hari, menyatukan fakta, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti sehingga kita tidak mudah terjerat oleh hoaks atau informasi yang menyesatkan.

Hadirnya Kecerdasan Buatan (AI) membawa dinamika baru yang kian menarik. Di satu sisi, AI menawarkan kemudahan luar biasa lewat pembelajaran yang personal dan umpan balik interaktif. Namun di sisi lain, kecanggihan ini justru menuntut kedewasaan berpikir yang jauh lebih tinggi. Pembelajar tidak boleh menelan mentah-mentah hasil olahan mesin; setiap jawaban AI harus tetap divalidasi, dikritisi, dan diuji dari berbagai sudut pandang sebelum diterima sebagai kebenaran. Menariknya, di tengah kepungan algoritma dan konten yang riuh, muncul satu jurus bertahan baru: critical ignoring atau seni sengaja mengabaikan kebisingan digital. Keterampilan membuang informasi tak relevan dan hoaks ini menjadi kunci agar pikiran tetap jernih dan fokus. Oleh karena itu, platform pembelajaran digital modern harus bertransformasi dari sekadar pemindah teks ke layar menjadi ruang diskusi interaktif yang memacu refleksi diri dan pemecahan masalah dunia nyata.

Meski begitu dunia pendidikan masih menyimpan PR besar untuk menerapkan metode berpikir tingkat tinggi ini secara massal tanpa mengikis peran sentral interaksi manusia. Ancaman terbesarnya adalah erosi kognitif kondisi di mana ketergantungan berlebih pada teknologi otomatis perlahan menumpulkan daya nalar asli manusia. Tanpa filter kritis yang kuat, perangkat digital di ruang kelas berisiko menjadi pengalih perhatian alih-alih alat pemantik kecerdasan. Pada akhirnya, menumbuhkan ketajaman nalar dan ketahanan digital bukan lagi sekadar urusan meraih nilai di sekolah, melainkan tentang menjaga kedaulatan berpikir sebuah bangsa. Masyarakat yang kritis adalah benteng terkuat demokrasi dalam menangkal racun disinformasi sekaligus modal utama untuk bersaing di panggung global. Memadukan kecanggihan mesin dengan hakikat paling mendasar dari manusia adalah kunci untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga berpikir secara jernih, etis, dan merdeka.

Berpikir kritis bukan lagi sekadar kemampuan logika biasa, melainkan sebuah mesin intelektual yang bekerja secara utuh. Keterampilan ini melatih kita untuk mampu memecahkan masalah secara mandiri, rasional, dan peka terhadap kondisi sosial sekitar. Saat memasuki ruang digital tempat informasi membombardir tanpa henti, kemandirian berpikir ini menjadi benteng pertahanan yang sangat krusial. Peserta didik dituntut untuk terampil mengelola beragam sumber data, menyaringnya dengan bijak, hingga mampu menarik kesimpulan yang benar-benar logis dan dapat dipertanggungjawabkan.
Interaksi kita dengan dunia maya juga melahirkan satu seni bertahan baru yang tak kalah penting, yaitu critical ignoring atau pengabaian kritis. Di tengah samudra data yang melimpah ruah, kunci menjaga fokus mental bukan lagi tentang menyerap sebanyak mungkin informasi, melainkan keberanian untuk sengaja acuh dan mengabaikan kebisingan digital. Seni ini mengajarkan kita untuk menutup mata dari berita bohong, informasi yang tak relevan, hingga berbagai bentuk manipulasi konten digital. Dengan menguasai teknik penyaringan ini, energi pikiran kita dapat dialihkan sepenuhnya untuk mengolah hal-hal yang benar-benar bermakna dan bernilai tinggi.

Kecanggihan Kecerdasan Buatan (AI) dan platform pembelajaran modern telah mengubah wajah pendidikan secara drastis. AI mampu menjadi sarana pendorong tumbuh kembang pikiran melalui jalur belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, bahkan menyediakan umpan balik interaktif berupa video yang memancing kita untuk bercermin dan menguji kembali logika berpikir kita sendiri. Namun, kecanggihan AI ini justru menuntut tingkat kedewasaan berpikir yang jauh lebih tinggi dari penggunanya. Keluaran yang dihasilkan oleh mesin bukanlah kebenaran mutlak yang harus ditelan mentah-mentah; setiap data dari AI wajib divalidasi, dipertanyakan, dan diuji secara ketat sebelum dapat diterima.

“Kecerdasan Buatan boleh jadi memanjakan proses belajar kita, tetapi ketajaman nalar manusialah yang menentukan apakah teknologi menjadi alat pembebas pikiran atau justru pemenuh ketergantungan” 

Untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut, dunia pendidikan digital masa kini mulai bersolek dengan menghadirkan metode belajar yang jauh lebih dinamis. Penggunaan simulasi skenario, gim interaktif, hingga ruang debat langsung secara daring terbukti ampuh mengasah ketajaman nalar serta keterampilan menyusun argumentasi yang kuat. Sistem belajar modern kini berfokus pada pembentukan ruang kolaborasi yang nyata dan proses refleksi yang berkelanjutan. Pada akhirnya, kemampuan berpikir kritis bertindak lebih dari sekadar motor penggerak kualitas pendidikan—ia adalah perisai pelindung utama yang membentengi setiap individu dari paparan bias, membantu memilah sumber tepercaya, dan menjaga kejernihan nalar di era digital.

Tinjauan yang dilakukan pada 69 manuskrip yang dikumpulkan dari repositori Scopus. VOSviewer digunakan untuk mengilustrasikan bahwa hasilnya mungkin memiliki implikasi teoretis dan pragmatis untuk merekomendasikan pembelajaran masa depan tentang berpikir kritis di era pembelajaran digital. Hasil analisis metadata menggunakan VOSviewer akan membantu peneliti dan praktisi untuk lebih memahami asumsi dan temuan yang terkait dengan berpikir kritis dan pembelajar digital. Dari perspektif guru, hasil analisis literatur menggunakan VOSviewer akan membantu menerapkan berpikir kritis di era pembelajaran digital secara berkelanjutan dimasa depan dan mempromosikan keterampilan berpikir kritis dan pembelajaran digital di lembaga sekolahnya.


Dari Gambar 1, kemunculan berpikir kritis (14), pembelajaran (10), pengajaran (11), kurikulum (4), siswa (5), pendidikan (5), sekolah (3), teknologi komunikasi (2), teknologi digital (2), pembelajaran digital (11). Akhirnya, 10 kata kunci yang sering muncul ini ditampilkan dalam tabel 2.

Gambar 1.


Gambar 1 menyajikan visualisasi jaringan peta bibliometrik yang memetakan hubungan antara berbagai kata kunci dalam literatur pendidikan modern, di mana konsep berpikir kritis muncul sebagai simpul pusat yang paling dominan dan memiliki koneksi terluas ke berbagai klaster lainnya. Analisis jaringan ini menunjukkan pengelompokan tema-tema yang saling terkait, seperti klaster teknologi digital yang mencakup teknologi pendidikan, pembelajaran digital, dan kecerdasan buatan, yang terkait erat dengan metode pembelajaran seperti e-learning dan pembelajaran berbasis masalah. Interaksi yang kuat antara simpul pengajaran, pembelajaran, dan pendidikan dengan topik-topik mutakhir seperti ChatGPT dan literasi digital menunjukkan bahwa fokus pembelajaran saat ini sangat berpusat pada transformasi digital dan inovasi pedagogis untuk membangun pengalaman belajar yang lebih adaptif di sekolah.

Tabel 1. 

Temuan dari studi tentang berpikir kritis di era pembelajaran digital menunjukkan bahwa perhatian harus diberikan pada aspek-aspek mendasar yang merupakan atribut kunci dalam bagian-bagian berpikir kritis, yaitu pemahaman mendalam.analisis mendalam, eksplorasi aktif, argumentasi logis, evaluasi, pemecahan masalah sedangkan untuk pembelajaran digital, yaitu kecerdasan buatan, alat digital dan pembelajaran elektronik. Berikut ini adalah atribut berpikir kritis dan pembelajaran digital dari berbagai referensi.

Gambar 2.
Berpikir Kritis dan Pembelajaran Atribut Digital
 
 


Ekosistem pembelajaran modern meletakkan berpikir kritis sebagai fondasi utama yang menggerakkan seluruh proses pembelajaran. Kemampuan intelektual seperti analisis mendalam, eksplorasi aktif, argumentasi logis, evaluasi, hingga pemecahan masalah tidak lagi berdiri sendiri, melainkan terhubung secara dinamis melalui aliran koneksi digital ke pusat penerapan teknologi. Di arena ini, kemampuan berpikir manusia dan ruang belajar digital—yang ditopang oleh Kecerdasan Buatan (AI), alat-alat digital, serta platform e-learning—saling terintegrasi erat. Alur terpadu ini menegaskan satu hal penting: ketajaman nalar manusialah yang menjadi motor utama untuk mengoptimalkan potensi teknologi pendidikan di era modern.

Sintesis literatur terkini mengungkap sebuah paradigma baru yang disebut Kerangka Simbiosis Sinergis. Dalam kerangka ini, berpikir kritis dan pembelajaran digital bukanlah dua dunia yang terpisah, melainkan sebuah ekosistem yang saling memperkuat. Berpikir kritis berperan sebagai "mesin kognitif" yang menjalankan lima proses reflektif inti: analisis mendalam, eksplorasi aktif, argumentasi logis, evaluasi, dan pemecahan masalah. Sementara itu, ekosistem pembelajaran digital hadir sebagai katalis teknologi yang disokong oleh tiga pilar utama, yaitu AI, alat-alat digital yang interaktif, serta platform e-learning yang fleksibel.

Lebih dari sekadar alat penyampaian materi, infrastruktur digital terbukti dapat mempercepat dan menajamkan cara berpikir tingkat tinggi (Hobbs & Tüzel, 2017). Kehadiran AI adaptif, misalnya, membebaskan siswa dari tugas pengumpulan data yang rutin, sehingga energi pikiran dapat dialihkan untuk melakukan analisis real-time dan menyaring hasil algoritma secara ketat (Lee & Chang, 2025). Di saat yang sama, alat digital imersif seperti gamifikasi dan Virtual Reality (VR) menjadi ruang inkubasi untuk menguji argumen serta memecahkan masalah berbasis skenario nyata (Nur, 2025). Platform e-learning modern pun melengkapi proses ini dengan menyediakan ruang kolaborasi untuk mengubah pemikiran individu menjadi solusi kelompok melalui diskusi dan proyek bersama (Muda et al., 2025; Taufik et al., 2025).

Inti dari subtansi artikel ini terletak pada hubungan dua arah yang saling membutuhkan antara nalar manusia dan kecanggihan mesin. Di satu sisi, berpikir kritis berfungsi sebagai "perisai" agar kita tidak terjebak dalam ketergantungan pasif pada teknologi. Di sisi lain, ekosistem digital menyediakan ruang adaptif yang dibutuhkan untuk melatih penalaran yang mandiri, logis, dan berbasis bukti di tengah dunia yang makin kompleks (Daulay & Daulay, 2025; Li, 2025)
 
Perjalanan panjang yang baru saja kita lalui dalam membedah lanskap pendidikan masa kini akhirnya membawa kita pada satu muara kesimpulan yang sangat mendasar: seberapa canggih pun teknologi diciptakan, ia tak akan pernah bisa menggantikan jernihnya daya nalar dan kebebasan berpikir manusia. Di tengah kepungan arus informasi yang tak pernah tidur, serbuan algoritma yang makin personal, dan hadirnya Kecerdasan Buatan (AI) yang kian cerdas, berpikir kritis telah bertransformasi total. Ia bukan lagi sekadar keterampilan akademis yang usang untuk mengejar nilai di lembar ujian, melainkan telah menjelma menjadi senjata utama untuk bertahan hidup di dunia digital. Tanpa nalar yang tajam, kita sangat rentan menjadi penonton pasif yang mudah terombang-ambing oleh hoaks, bisikan algoritma, hingga ketergantungan buta pada mesin.
Dari seluruh sintesis gagasan yang telah kita rakit bersama, tampak jelas lahirnya sebuah simbiosis sinergis yang indah antara manusia dan teknologi. Di satu sisi, AI, media imersif, dan platform e-learning modern hadir sebagai mesin pendorong yang memangkas tugas-tugas rutin, membukakan ruang simulasi nyata, dan menyediakan wadah kolaborasi tanpa batas. Di sisi lain, ketajaman nalar, kemampuan meragukan secara sehat, dan seni critical ignoring—atau sengaja mengabaikan kebisingan digital—berfungsi sebagai kemudi utama. Perpaduan ini memastikan kita tetap fokus pada hal yang relevan, mampu menyaring racun disinformasi, serta selalu menvalidasi setiap jawaban yang disodorkan oleh teknologi.
Pada akhirnya, masa depan dunia pendidikan tidak pernah ditentukan oleh seberapa tinggi spesifikasi perangkat keras atau seberapa rumit algoritma yang kita pakai. Kunci utamanya akan selalu kembali pada seberapa merdeka, jernih, dan etis pikiran manusia yang mengendalikannya. Ketika kecanggihan teknologi berpadu rapat dengan kedalaman nalar, daya analitis yang kritis, serta keberanian untuk terus mempertanyakan dunia, di situlah kita tidak hanya berhasil menyelamatkan kualitas intelektual generasi mendatang, tetapi juga mencetak masyarakat yang tangguh, bijaksana, dan tak tergantikan di era digital.

Referensi
Daulay, M. I., & Daulay, D. H. (2025). The Influence of Learning Video Media on Students’ Interest and Critical Thinking Ability in Junior High School. Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme, 7(2), 750–768. https://doi.org/10.37680/scaffolding.v7i2.7253
Hobbs, R., & Tüzel, S. (2017). Teacher motivations for digital and media literacy: An examination of Turkish educators. British Journal of Educational Technology, 48(1), 7–22. Scopus. https://doi.org/10.1111/bjet.12326
Lee, D.-C., & Chang, C.-Y. (2025). Evaluating self-directed learning competencies in digital learning environments: A meta-analysis. Education and Information Technologies, 30(6), 6847–6868. https://doi.org/10.1007/s10639-024-13083-2
Li, X. (2025). Artificial intelligence in teacher education: Examining critical thinking and creativity through AI usage. Forum for Education Studies, 3(2), 2727. https://doi.org/10.59400/fes2727
Muda, Mhd. A. M., Siburian, J., & Musli, M. (2025). Improving Students’ Critical Thinking Skills Using Multimedia in a Problem-Based Learning Model (PBL): A Narrative Review. Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) STKIP Kusuma Negara, 16(2), 246–266. https://doi.org/10.37640/jip.v16i2.2179
Nur, J. (2025). The Impact of Digital Learning Tools on Students’ Critical Thinking Development. Asian Journal of Applied Education (AJAE), 4(4), 635–648. https://doi.org/10.55927/ajae.v4i4.15615
Taufik, Nurtamam, M. E., Dewanto, & Santosa, T. A. (2025). The Effectiveness of Deep Learning based PjBL on Student’s Scientific and Critical Thinking Skills at Indonesia. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 11(9), 228–236. https://doi.org/10.29303/jppipa.v11i9.12857 






Saturday, November 20, 2021

Thursday, November 11, 2021

Webinar Pecah, 1500 Views dalam semalam

Webinar yang diselenggarakn oleh Komunitas Guru Kreatif Kota Gorontalo melalui live streaming youtube mencapai 1500 views dalam semalam. Webinar rumah belajar tersebut dilaksanakan secara daring dan dibuka secara langsung oleh Kepala Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Kota Gorontalo Husin Ali, S.Pd, M.Ap. Walaupun mengalami ganguan jaringan diawal namun webinar tersebut berlangsung dengan lancar. Narasumber pada webinar tersebut adalah para SRB Kota Gorontalo Tahun 2021 Zefrin, Risman, Syaiful, Alan dan Ummi Siregar.


Kepala Bidang Dikdas sangat mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap akan ada tindak lanjut dari kegiatan webinar rumah belajar. Selanjutnya dijelaskan bahwa dinas Pendidikan Kota Gorontalo akan memprogamkan Sosialisasi pemnafaatan portal rumah belajar disemua jenjang pendidikan dasar. Melalui paparannya dijelaskan pula bahwa SRB Gorontalo tetap semangat dan terus berinovasi dalam meningkatkan proses pembelajaran berbasis TIK.


Ditengah-tengah penjelasan narasumber dibacakan pertanyaan dari peserta yang telah menuliskannya dalam kolom chat, apakah aplikasi edugame pada rumah belajar gratis atau berbayar?". Pertanyaan tersebut datang dari siswa yang mengikuti webinar pada malam itu. Secara detail dijelaskan oleh para narasumber bahwa rumah belajar gratis, jika kita ingin mengaksesnya juga bisa langsung tanpa melalui pendaftaran.


Webinar yang diselenggarakan pukul 19.00 wita berkahri pada pukul 22.00 wita, tidak terasa paparan narasumber serta pertanyaan yang dilontarkan para peserta melalui kolom chat telah berlangsung selama 3 jam. Kolom live chat juga telah banyak diisi oleh para peserta selain pertanyaan berbagai tanggapan dan masukan juga disampaikan. Diakhir sesi terlihat lehih dari seribu views yang ada pada kanal youtube hal tersebut memberi signal keinginan para guru untuk belajar dan beradaptasi dengan pembejaran berbasis TIK.

#PusdatinKemendikbudristek #PembaTIK2021 #DutaRumahBelajar2021 #RumahBelajar2021 #BerbagiTIK

Berbagi Pada Forum LBG Angkatan 2

Berbagi fitur rumah belajar pada Forum lingkar Belajar Guru (LBG) angkatan ke 2 berlangusung dengan sangat baik. Kali ini saya menyampaikan implementasi fitur utama sumber belajar, kelas maya, bank soal dan laboratorium maya. Seluruh peserta melakukan simulasi dalam menggunakan fitur pendukung tersebut untuk diintegrasikan dalam proses belajar mengajar. masing-masing peserta memilih salahsatu fitur yang relevan dengan konten materi yang akan mereka ajarkan.

Terlihat beberapa peserta yang sedang fokus dalam melakukan ujicoba pada laboratorium maya dan sebagian peerta melakukan pendaftaran pada fitur sumber belajar. Sebenarnya fitur rumah belajar tersebut dapat diakses tanpa melalui pendaftaran namun jika kita melakukan login atau terdaftar pada sumber belajar maka kita akan diberi akses untuk melakukan download konten yang kita inginkan.

Sosialisasi berjalan dengan baik dan interaktif karena peserta langsung melakukan praktek atau simulasi dalam mengaksesrumah belajar. Peserta yang hadir terdiri dari guru Paud, SD, SMP dan SMA/SMK secara lengkap terdapat diseluruh jenjang pendidikan. Harapan dari para peserta sosialisasi rumah belajar diharapkan bisa langsung ke seluruh sekolah sehingga para siswa dan guru dapat memanfaatkan fitur rumah belajar tersebut dengan gratis.

#PusdatinKemendikbudristek #PembaTIK2021 #DutaRumahBelajar2021 #RumahBelajar2021 #BerbagiTIK

Vlog PembatIK Level 4

Vlog pembaTIK Level 4 merupakan serangkaian tugas yang dibuat oleh seluruh peserta pembaTIK. Vlog yang telah saya buat memuat informasi terkait dengan rumah belajar, integarasi pembelajaran dengan fitur rumah belajar serta sosialisasi rumah belajar yang telah dilaksanakan. harapannya vlog yang saya telah buat dapat bermanfaat bagi seluruh guru dan penonton yang telah menyaksikan vlog ini.

Pengalaman dari membuat vlog ini sangat berarti mulai dari tahapan persiapan, editing sampai finishing. Diperlukan ketelitian dan kecermatan dalam proses editing sehingga terjadi balancing antar video, musik dan gambar.

Terimakasih saya ucapakan pada seluruh Mentor dari Pusdatin, rekan-rekan DRB serta teman-teman seperjuangan peserta PembaTIK level 4 tahun 2021. Semoga kita dalam lindungan Allah SWT, Tuhan yang Maha esa serta sukses dalam karir kita masing-masing. Aminnnnn

Salam rumah belajar.

Monday, November 8, 2021

Antusias Belajar dengan Rumah Belajar


Belajar dimasa pandemi dengan berlakunya pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) mengharuskan guru memilih strategi dan media terbaik dalam membelajarkan siswa dalam waktu yang singkat. Proses belajar mengajar tatap muka yang biasanya 6 sampai 8 Jam perhari dimasa PTMT dibatasi menjadi 2 Jam perhari dengan kapasitas 50% dari jumlah siswa di kelas. Kondisi ini mengharuskan guru memilih strategi agar diwaktu yang singkat tersebut siswa mendapatkan kebermaknaan dalam proses belajarnya serta termotivasi untuk belajar di sekolah.
Penggunaan teknologi informasi TIK merupan alternatif dalam kondisi dan situasi PTMT, dengan TIK guru dapat lebih mudah menyampaikan konten materi dan membuat proses belajar lebih menarik dan menyenangkan. Senin 8 November 2021 pengalaman belajar dengan penggunaan TIK dilaksanakan dengan penggunaan portal rumah belajar. Pemanfaatan fitur sumber belajar dan edugame menjadi media yang saya pilih dalam proses belajar mengajar di kelas IV SDN 41 Hulontalangi. Fitur sumber belajar yang digunakan dalam bentuk video pembelajaran menampilkan berbagai animasi dan penjelasan yang sistematis menarik siswa untuk mempelajari konten materi.


Pemilihan video pembelajaran pada rumah belajar sebaiknya diawali dengan identifikasi kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Ketika KD dan tujuan pembelajaran telah ditetapkan maka kita masuk pada fitur sumber belajar melalui laman https://belajar.kemdikbud.go.id/. Sebagai guru saya telah menyiapkan perangkat seperti jaringan internet, smartphone siswa dan LCD. siswa dapat mengakses sumber belajar melalui handphone masing-masing, mereka antusias menyimak materi serta fokus pada konten yang mereka pelajar. 



Setelah proses belajar telah dilaksanakan siswa diberikan kesempatan untuk mengeksplor fitur edugame mereka sangat antusias dalam memilih game edukasi yang mereka inginkan. Fitur edugame yang tersedia seluruhnya memuat konten edukasi yang dapat menambah pengalaman siswa. Tidak terasa jam pelajaran telah usai, siswa meminta agar jam belajarnya ditambah. Hal tersebut memberi indikasi proses belajar mengajar dengan menggunakan portal rumah belajar lebih menarik dan relevan untuk pelaksanaan PTMTT dimasa pandemi.

Saturday, November 6, 2021

Terpental Diakhir Coaching pembaTIK Level 4.

Pelaksanaan coaching PembaTIK Level 4 untuk wilayah provinsi Gorontalo dilaksanakan pada tanggal 3 s.d 6 November 2021 dan diisi oleh para narasumber yang sangat menginspirasi. Para narasumber tersebut terdiri dari empat orang merupakan tutor dari Pusdatin Kemdikbud yakni Dr. Abi Sujak, Irfana Steviano, Kusnandar dan Putra Gama Swara. Empat tutor pudatin didampingi oleh para DRB Gorontalo Dr. Mamat Liputo, Ridwan Djabar, Feybi Tanipu dan Munawir Patilima. Selama empat hari para SRB Gorontalo yang berjumlah 17 peserta menerima paparan materi dari para tutor dan berbagai pengalaman dari para DRB dalam memotivasi peserta untuk terus berjuang menyelesaikan program pembatIK diakhir level tersebut.

Mengutip pesan tutor Pusdatin Irfana Steviano, media sosial harusnya dijadikan sebagai ladang amal bagi setiap orang untuk terus berbagi dan memberi manfaat bagi orang lain. Pada tugas pembaTIK level 4 peserta diminta untuk memaksimalkan seluruh potensi yang ada pada media sosial untukdijadikan media berbagi buat sesama. Pak Irfana juga menjelaskan dengan dengan detail strategi dalam menggunakan media sosial secara bijak dan baik.


Para DRB Gorontalo selama empat hari terus membakar semangat para peserta untuk tetap fokus dan terus berjuang dalam menyelesaikan tugas. DRB Mamat Liputo, Ridwan, Feybi dan nawir terus mendampingi peserta dalam menyusun artikel, membuat blog dan vlog dan upaya dalam melakukan sosialisasi diberbagai tempat dan media.

Dihari yang terkahir coaching merupakan hari yang sangat berkesan bagi peserta, bukan karena adanya paparan rencana tindak lanjut yang disiapkan namun seluruh peserta dibuat terpental beberapa kali saat memaparkan rencana tindak lanjut SRB disebabkan gangguan jaringan. Ada yang membuka paparan dan langsung terpental, sebagian juga harus menonaktifkan video karena menjaga kualitas jaringan, ada pula yang kesulitan membuka bahan presentas. Tidak ketinggalan para DRB yang mengarahkan acara saat itu juga terpental oleh gangguan jaringan.

Namun adanya gangguan jaringan tidak mematahkan semangat para DRB dan SRB Gorontalo untuk menyerah pada keadaan. Kolaborasi terus dilakukan untuk saling mengisi dan mendukung agar kegiatan tetap sukses. teman-teman yang berada pada jaringan yang stabil mengambil alih untuk melakukan share screen materi agar paparan bisa berlangsung dengan efektif. Masa-masa terpental diakhir coaching PembaTIK Level 4 akan menjadi penyemangat bagi kami para SRB Gorontalo untuk terus berbagi dan berkreasi dalam memajukan pembelajaran berbasis TIK.


Salam Rumah Belajar......
Belajar kapan saja, dimana saja dengan siapa saja.

Friday, November 5, 2021

Berbagi Konten Rumah Belajar Lintas Provinsi (NTT, Sulawesi Utara, dan Gorontalo)

 


Berbagi praktek baik rumah belajar dilaksanakan lintas provinsi dengan narasumber Hyronimus (Nusa Tenggara Timur), Riva Rori (Sulawesi Utara), Zefrin (Gorontalo). Kegiatan yang dilaksakan Jumat 6 November 2021 tersebut dihadiri juga oleh Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur Maksimus masan Kian. Selain pelaksanaan menggunakan zoom meeting kegiatan tersebut juga disiarkan langsung melalui kanal Youtube Tauma Chanel.




Hyronimus Lado sebagai pemateri awal memaparkan pemanfaatan fitur edugame dalam pembelajaran matematika, sebagai guru di daerah 3T Pak Hyro juga memberi inspirasi bagaimana solusi penggunaan perangkat yang mudah dan sederhana sehingga dapat mengakses berbagai fitur rumah belajar. Membuat video pembelajaran yang menarik merupakan paparan yang kedua disampaikan oleh Pak Zefrin, kriteria video dan prinsip pembuatan video juga secara detail dijelaskan. Video pembelajaran yang terintegrasi dengan rumah belajar diuraikan secara jelas pada pertemuan virtual tersebut.

Riva Rori SRB Sulawesi Utara di paparan terakhir pertemuan tersebut secara detail melalui praktek langsung penggunaan chrombook dalam mengkases rumah belajar. Pak Riva juga mengulas pemanfaatan sumber belajar diberbagai jenjang satuan pendidikan. Diakhir acara ketua PGRI Flores Timur memberikan apresiasi penyelenggaraan kegitan tersebut dan berencana mengundang para narasumber untuk berbagi secara lurung untuk para guru di Flores Timur.




Praktek Rangkaian Listrik Boleh Secara Virtual


Rabu 3 November 2020 dilaksanakannya agenda Lingkar Belajar Guru PGRI Kecamatan Kota Tengah forum ini merupakan ajang diskusi dan kolaborasi yang dilakukan oleh guru-guru dalam memecahkan masalah-masalah pendidikan khususnya dalam proses belajar mengajar di kelas. Menariknya forum ini dihadiri oleh keterwakilan seluruh jenjang yakni pengawas, kepala sekolah, guru TK, guru SD, guru SMP, SMA dan SMK.


Sharing pengalaman yang cukup menarik perhatian peserta saat itu adalah pemanfaatan portal rumah belajar dengan menggunakan fitur laboratorium maya. SRB Gorontalo Zefrin, menjelaskan fitur-fitur rumah belajar yang terdiri dari fitur utama dan pendukung pada portal tersebut. Fitur laboratorium maya ketika diujicobakan mendapat respon yang sangat baik oleh peserta, ujicoba yang dilakukan yakni membuat rangkaian seri dan paralel yang diujicobakan. Memasang lampu, kabel, batre dan saklar seluruhnya diujicoba secara virtual. "Wah...ternyata boleh ya, jadi siswa bisa belajar kapan saja dengan ujicoba seperti ini" tanggapan salah satu peserta disela-sela ujicoba lab maya.


Selain itu, para guru melakukan eksplorasi seluruh fitur yang ada di rumah belajar seperti edugame, bank soal, sumber belajar dll. diakhir sosialisasi para guru memberi masukan dan saran untuk pengembangan selanjutnya diantaranya keinginan para guru untuk mengisi sumber belajar dengan video-video pembelajaran yang mereka miliki.


Tuesday, October 26, 2021

Siap Berbagi di PembaTIK Level 4

Pengumuman kelulusan peserta PembaTIK level 4 telah dirilis oleh Pusdatin Kemdikbud pada tanggal 22 oktober 2021 melalui akun simpaTIK masing-masing peserta. PembaTIK level 4 merupakan tahapan akhir dalam program pelatihan pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK Tahun 2021. Dikutip pada laman https://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id//user/pembatik_2021 Pembatik level 4 merupakan tahapan berbagi TIK yang meliputi :

  • 30 Peserta terpilih dari tiap provinsi akan mengikuti level 4 yang dilaksanakan secara tatap maya.
  • Melakukan Inovasi pembelajaran dan berbagi pengetahuan
  • Peserta yang lulus mendapatkan sertifikat Level 4
  • Peserta terbaik di level 4 akan dikukuhkan sebagai Duta Rumah Belajar




Peserta terpilih akan melaksanakan berbagai program inovasi di bidang TIK, Membuat blog dan Vlog, Implementasi rumah belajar pada siswa serta melakukan sosialisasi pemanfaatan rumah belajar pada rekan sejawat. Pelaksanaan pembaTIK level 4
 akan berlangsung pada tanggal 22 Oktober s.d 11 november 2021. Hasil dari pelaksanaan pembaTIK level 4 akan memilih peserta terbaik yang akan dikukuhkan sebagai Duta rumah Belajar di masing-masing Provinsi seluruh Indonesia.


https://zefrinaie.blogspot.com/

26 Oktober 2021

Tuesday, May 4, 2021

Sosialisasi PembaTIK 2021


Diklat PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK) 2021 merupakan ajang para guru se Indonesia untuk melaksanakan peningkatan kompetensi pembelajaran bidang TIK. Pada Tahun ini para DRB dan SRB Gorontalo melakukan sosialisasi secara virtual untuk mengajak guru-guru seprovinsi Gorontalo ikut dan mendaftar pada kegiatan tersebut. 

Kegiatan sosialisasi pembaTIK dilaksanakan oleh KKG Penggerak Kec. Hulontalangi pada hari jumat 23 April 2021 dan diisi oleh narasumber yang merupakan para DRB Gorontalo yakni Mamat Liputo, Ridwan Jabar, Feybi Tanipu dan Munawir Patilima. Jalannya acara sosialisasi dipandu oleh Zefrin yang merupakan SRB Gorontalo Tahun 2020.


Friday, April 16, 2021

Ayo Ikut Program Pembatik 2021

 Assalamualaikum Wr Wb

Salam Sejahtera Bapak Ibu Guru Hebat 

🙏🙏


Silahkan mendaftar pembaTIK gelombang 5-10 telah dibuka.

Berikut link pendaftarannya

(Gelombang 1-6 telah penuh koutanya)

🥰🙏


Gelombang 7

https://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id//user/detail_pelatihan/5512



Gelombang 8

https://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id//user/detail_pelatihan/5513


Gelombang 9

https://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id//user/detail_pelatihan/5514


Gelombang 10

https://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id//user/detail_pelatihan/5515


Dapatkan *_Sertifikat Nasional 32 JP_* dalam setiap levelnya


Ajak sebanyak mungkin Bapak Ibu Guru  dalam satuan Pendidikan  Bapak Ibu untuk mengikuti Bimtek PembaTIK🥰🥰🙏


Kegiatan ini telah dibuka langsung oleh Bapak Nadiem Makarim dan Bapak Iwan Syahril.


Jadi jangan lewatkan kesempatan ini Bapak Ibu🥰🙏


Salam semangat dari kami

DRB dan SRB Gorontalo




Thursday, October 22, 2020

Sosialisasi Rumah Belajar di SMP 9 Gorontalo

Semangat berbagi dan sharing pengalaman terkait pembelajaran berbasis TIK dengan memanfaatkan fitur rumah belajar harus terus dilakukan, kini giliran wilayah bagian timur Kota Gorontalo tepatnya di SMP 9 Gorontalo. Walau berada dibagian paling timur kota Gorontalo, SMP 9 Gorontalo tetap melaksanakan proses belajar jarak jauh dengan pendekatan daring.


Sebagian besar guru di sekolah ini menggunakan LMS Google Classroom, sehingga diawal sosialisasi terlihat raut wajah para guru yang tak ingin mengganti platfom pembelajaran yang mereka telah tekuni untuk digantikan. inilah tantangan dalam mensosialisasika rumah belajar, namun saya mencoba meyakinkan para guru bahwa platfom apapun yang digunakan semuanya sangat suport dengan fitur-fitur rumah belajar.

Inilah bagian dari inovasi mencoba mengembangkan dan mengintegrasikan dengan berbagai paltfom yang ada. Simulasipun saya lakukan bersama para guru di SMP 9 Gorontalo. Saya meminta contoh beberapa kelas yang dibuat oleh para guru kami mencoba memuat beberapa konten materi yang terdapat pada sumber belajar diinsert pada fitur materi yang terdapat pada google classroom, seketika wajah par guru berubah dan tersenyum. ohhh, ternyata boleh digabungkan ya Pak. pernyataan salah satu guru yang mengikuti sosialisasi.


Ruang sosialisasi mulai menjadi aktif para guru satu persatu mulai menambahkan konten-konten sumber belajar pada fitur google classroom yang mereka miliki, bahkan mereka mengintegrasikan laboratorium maya pada paltfom classroom yang mereka miliki. ujicoba-ujicoba lab maya dilakukan oleh para guru sambil berdiskusi bersama kami. Suasana sosialisasi menjadi lebih aktif, selain itu pra guru mulai mengeksplor berbagai fitur yang terdapat pada rumah belajar.

Beberapa perbincangan dan diskusi yang kami lakukan bersama para guru SMP 9 Gorontalo, muncullah beberapa saran dari peserta yang melakukan eksplorasi. Diantara saran-saran tersebut yakni perlunya penambahan soal-soal yang berorientasi HOTS dan beberapa mata pelajaran seperti Bahasa Inggris dan Agama perlu mendapat penambahan soal.



Respon para peserta mengikuti sosialisasi ini sangat baik, mereka terlibat langsung dalam eksplorasi fitur-fitur rumah belajar. Sayapun menyampaikan strategi pemanfaatan model pembelajaran discovery learning dengan memanfaatkan bebera fitur rumah belajar. pemilihan model dan langkah-langkah pembelajaran sistematis merupakan kunci dari terlaksana dan tercapainnya tujuan pembelajaran.

Melalui video vlog sosialisasi Kepala SMP 9 Gorontalo mendukung sharing pengalaman yang dilakukan oleh SRB Gorontalo. Beliau menyampaikan agenda agenda seperti ini akan membantu para guru untuk lebih terampil dan inovatif dalam menggunakan TIK kata Kepsek SMP 9 Gorontalo.

Seluruh rangkaian kegiatan sosialisasi ini terekam dalam video vlog dengan link di bawah ini;

https://youtu.be/D-uPd6BIc5U

Wednesday, October 21, 2020

Vlog PembaTIK Level 4.

Vlog pembaTIK Level 4 merupakan tugas akhir dari rangkaian kegiatan Pembelajaran Berbasis TIK yang digagas oleh Pusdatin Kemdikbud RI. Seluruh agenda sosialisasi dan inovasi pemanfaatan rumah belajar diulas pada vlog ini. Dalam inovasi pembelajaran menggunakan TIK pada vlog ini mengurai penggunaan model pembelajaran discovery learning yang diintegrasikan dengan portal rumah belajar.

Bagian awal vlog ini menginformasikan tentang fitur utama dn fitur pendukung rumah belajar yng dapat kita manfaatkan dalam proses belajar mengajar. Bagian kedua menjelaskan inovasi pembelajaran terkait model yang digunakan dan dapat kita integrasikan dengan beberapa fitur rumah belajar. Bagian akhirnya menjelaskan sosialisasi yang telah saya lakukan diberbagai satuan pendidikan baik melalui tatap muka langsung maupun melalui webinar yang dilaksanakan secara online.


Memanfaatkan TIK rumah belajar merupakan bagian dari solusi proses belajar mengajar yang monoton dan konvensional. Sudah saatnya TIKmelalui pemanfaatan rumah belajar menjadi bagian dari proses perubahan cara mengajar guru agar lebih produktif dan siswa belajar lebih asyik dan menyenangkan. Seluruh fitur dan konten pada rumah belajar telah melalui seleksi secara selektif sehingga telah sesuai dengan kurrikulum 2013 yang digunakan. 

Platfom rumah belajar telah disediakan oleh kemdikbud melalui Pusdatin, oleh karena itu mari sama-sama untuk terus menggunakan dan mengembangkan sarana dan fasilitas tersebut. Kebutuhan pendidikn di zaman modern seperti ini menuntut sikap adaptif dan kreatif para guru, untuk memajukan pendidikan Indonesia.

Semoga Vlog ini bermanfaat dan dapat memotivasi kita semua untuk terus berkarya dan berbagi untuk sesama.

Berikut link video vlog.

https://www.youtube.com/watch?v=5v-hjOzUAAE

Tuesday, October 20, 2020

Gogot Suharwoto, Ph.D Apresiasi Inovasi Klinik TIK Rumah Belajar Pada Webinar Kaledo

Webinar Kaledo 19 Oktober 2020 yang digagas oleh para DRB dan SRB menghadirkan Bapak Gogot Suharwoto, Ph,D sebagai narasumber utama pada kegiatan tersebut. Webinar Kaledo merupakan akronim dari kita lanjutkan lebih dekat dengan obrolan (KALEDO). Pada webinar ini dihadiri oleh DRB dan SRB Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur.


Topik pembahasan pada pertemuan ini terkait dengan pengalaman para DRB lintas provinsi dan Pengalaman Para SRB pada Pembatik Level 4. Selaku SRB Gorontalo Zefrin memberikan informasi kondisi umum para guru di wilayah kota Gorontalo dalam memanfaatkan TIK dalam pembelajaran. Obrolan tersebut mengurai pada permasalahan dan solusi yang dijadikan sebagai usaha dalam meningkatkan kapasitas dan keterampilan guru dalam memanfaatkan TIK.


Salah satu solusi alternatif yang disampaikan adalah kehadiran Klinik TIK Rumah Belajar yang diinisiasi Zefrin, Klinik TIK ini akan selalu hadir sebagai markas atau tempat nongkrong para guru dalam meningkatkan keterampilan TIK. di klinik ini guru akan diidentifikasi kebutuhannya apa, apa yang harus ditingkatkan sehingga setiap orang akan mendapatkan resep yang berbeda.


Penghujung obrolan dan diskusi Klinik TIK rumah belajar di apresiasi oleh PTP Pusdatin Kemdikbud Gogot Suharwoto, Ph.D. Beliau menyampaikan inovasi ini bagus terus dikembangkan, karena guru harus terus melakukan kebaruan dalam mengajar. 

Webinar Kaledo berlangsung dengan baik dan seluruh peserta mendapatkan berbagai pengalaman dan manfaat dari sharing informasi yang dilakukan.


Inovasi Klinik TIK Rumah Belajar di Gagas SRB Gorontalo

Klinik TIK Rumah Belajar, inilah inovasi yang saya gagas Tahun 2020 sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan keterampilan pengelolaan pembelajaran berbasis TIK. Ide ini hadir sebagai respon terhadap kondisi nyata yang dialami oleh guru, dimana para guru membutuhkan wadah yang setiap harinya bisa dijadikan tempat untuk bertanya, berdiskusi, nongkrong tanpa harus menunggu agenda pelatihan atau workshop. Dalam hal peningkatan kapasitas dan skill para guru terkadang terjebak pada hal-hal yang sifatnya seremonial namun tidak menyentuh subtansi, misalnya pelatihan hanya untuk mengejar sertifikat, pelatihan hanya untuk angka kredit sehingga menghilangkan subtansi peningkatan kapasitas personal.

Seluruh kita bersepakat bahwa teknologi tidak dapat menggantikan peran guru di kelas, teori apapun itu tidak dapat membantah pernyataan itu, namun teknologi akan membuat dampak positif bagi guru dalam mengubah pola belajar yang lebih efektif dan efisien serta menarik dan menyenangkan. Harus ada gerakan bersama mengajak para guru untuk beralih dalam pembelajaran konvensional menuju pembelajaran yang lebih modern. Bukan karena hal gagah-gagahan namun lebih pada subtansi pembelajaran yang menarik dan memotivasi siswa dalam belajar

Klinik TIK Rumah Belajar akan membawa gerbong gerakan besar ini, dimana guru harus segera beradaptasi dengan kemajuan zaman. Klinik TIK RB akan mendiagnosa kebutuhan apa yang diperlukan oleh guru, sehingga pengobatannyapun tidak akan dilakukan secara universal namun lebih pada apa yang anda butuhkan terkait dengan kapasitas TIK Rumah Belajar.



Agenda-agenda di Klinik TIK Rumah Belajar menumbuhkan semangat baru bagi para guru untuk menjadikan TIK dan portal rumah belajar sebagai wadah menunjang proses pembelajaran. Guru tidak perlu menunggu harus ada workshop atau diklat namun Klinik TIK Rumah Belajar siap setiap harinya berbagi pengalaman dan keterampilan dalam memanfaatkan TIK.

Pertanyaan mendasar yakni lalu siapa para dokter dan tenaga medis pada klinik ini?, lantas bagaimana pelaksanaannya dilapangan?. Untuk menjawab hal tersebut sangatlah sederhana, karena sebelumnya saya telah merencanakan dan kalkulasi tentang hal tersebut tekah matang.

Para dokter dan tenaga medis pada klinik tersebut nantinya adalah para DRB dan SRB Gorontalo, merekalah tulang punggung yang akan menjadi penggerak-pengerak dalam membantu teman-teman guru menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan penggunaan TIK dalam pembelajaran. Kolaborasi, komunikasi, kreatifitas serta inovasi menjadi dasar utama dalam mengembangkan klinik TIK Rumah belajar.


Pelatihan akan lebih fokus terhadap kebutuhan guru sehingga pendekatannya lebih pada personal yang secara berkala terus akan dipantau kemajuan dan keberhasilan para guru yang telah mendapatkan coaching dari para pelatih.Sungguh tak terbayangkan dahulunya ruangan ini adalah gudang tempat menyimpan tenda dan berbagai keperluan pramuka, kini menjadi tempat para guru untuk saling kolaborasi, diskusi dan simulasi terkait dengan pemanfaatan TIK Rumah belajar. Semoga klinik rumah belajar menjadi tempat bagi para guru untuk meningkatkan keterampilan TIK dan Terus memanfaatkan Portal Rumah Belajar sebagi penunjang proses belajar mengajar.


Diakhir tulisan ini, saya mengucapkan beribu-ribu terimakasih pada Kepala SD Negeri 81 Sipatana yang telah mendukung memberi suport kepada saya dalam mengembangkan inovasi klinik TIK Rumah Belajar. Suntikan semangat itu kembali menggelora gagasan Klink TIK yang saya gagas akan segera mendapat bantuan dari Dinas Pendidikan Kota Gorontalo dengan diadakannya 20 Buah laptop yang akan dijadikan sebagai pemantik dalam pembelajaran berbasis TIK.

Saya berharap tulisan ini dapat memberi informasi dan memotivasi untuk kita semua, agar senantiasa berbagi dan berkreasi. Bergeraklah apa adanya bukan karena ada apanya. Salam sukses untuk kita semua.

Edugame Rumah Belajar Membuat Daring Jadi Tak Boring

Akhir-akhir ini semangat belajar daring untuk siswa terasa mulai kendor, siswa mulai terasa jenuh dengan penugasan yang diberi oleh guru. Perlu ada solusi alternatif belajar daring sehingga tak membuat boring, solusi alternatif yang dapat digunakan adalah pemanfaatan portal rumah belajar dengan fitur-fitur yang lengkap dalam menunjang pembelajaran.

Salah satu fitur pendukung rumah belajar yang dapat digunakan yakni edugame. Edugame merupakan fitur yang dikemas dalam bentuk bermain sambil belajar dengan games digital. Seluruh permainan berorientasi pada konten materi sehingga siswa belajar lebih asyik dan mnyenangkan.


untuk mengakses edugame pada portal rumah belajar sangat mudah, berikut ini langkah-langkah dalam mengakses edugame di rumah belajar yang telah dibuat dalam bentuk video

berikut link video:

https://www.youtube.com/watch?v=fCdxliA9sZ4&t=76s

Marilah terus menggunakan portal rumah belajar, memudahkan anda untuk mengakses berbagai materi-materi pelajaran yang menarik, anda dapat belajar dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja.

Friday, October 16, 2020

Membumikan Rumah Belajar di Wilayah Utara Kota Gorontalo


Kali ini gilaran wilayah utara Kota Gorontalo menjadi sasaran SRB Zefrin, M.Pd untuk mensosialisasikan rumah belajar. Yeni Marlina Hasan, S.Pd Kepala SDN 94 Kota Utara menyampaikan akhir-akhir ini semangat siswa belajar daring mulai menurun, namun dengan adanya portal rumah belajar dengan beragam fitur akan menjadi pemicu semangat siswa untuk kembali belajar.


Sosialisasi Rumah Belajar kali ini terkait dengan pemanfaatan fitur fitur rumah belajar, para guru merasa senang dan begitu serius dalam memanfaatkan fitur fitur yang ada pada rumah belajar. Salahsatu fitur favorit yang para guru adalah edugame yang akan mereka gunakan untuk menumbuhkan semangat siswa untuk mengakses rumah belajar.

Sosialisasi Rumah Belajar di Forum Konferensi PGRI

Pelaksanaan konferensi PGRI Kec. Kota Selatan merupakan musyawarah para anggota PGRI untuk menentukan dan memilih kepengurusan yang baru. Namun, yang menarik dari konferensi kali ini SRB Kota Gorontalo Zefrin, M.Pd diberi kesempatan untuk menyampaikan konten rumah belajar. Para kepala sekolah dan guru yang hadir dalam konfernsi tersebut sangat antusias dalam menerima sosialisasi rumah belajar.


Sekeretaris PGRI Kota Gorontalo Karto Nurkamiden, S.Pd memberi dukungan penuh terhadap SRB Kota Gorontalo untuk terus membumikan portal rumah belajar yang digagas oleh kemdikbud RI melalui Pusdatin.




Webinar Rumah Belajar Bersama SMP 12 Gorontalo

 Kamis 12 Oktober 2020, webinar rumah belajar dilaksanakan oleh SRB Kota Gorontalo Zefrin,  M.Pd dan Syaiful Musa, S.Pd bersama keluarga besar SMP 12 Gorontalo. Webinar kali ini dalam rangka sosialisasi pemanfaatan portal rumah belajar. Peserta dalam kegiatan ini terdiri dari kepala sekolah dan guru, yang begitu antusias dalam menerima sosialisasi pemanfaatan rumah belajar.


Kepala SMP 12 Gorontalo Sulastri Katili, M.Pd menyampaikan apresiasi dan terimakasih pada SRB Kota Gorontalo atas berbagi ilmu terkait dengan rumah belajar. Beliau beharap implementasi pembelajaran dengan rumah belajar dapat diterapkan oleh para guru di sekolah.

Harapan besar SMP 12 Gorontalo, berbagi ilmu terkait dengan rumah belajar terus dilakukan oleh para SRB, dan kedepannya akan direncanakan pertemuan dalam bentuk tatap muka langsung dengan protokol kesehatan untuk dapat melaksanakan workshop rumah belajar.